KODE KERAS
Beberapa saat yang lalu saya memposting tulisan ini di FB. dan reaksinya sungguh sesuai perkiraan hha. Banyak yang komentar positif dan ada pula yang malu malu dengan jujur mengatakan kalau memang di kehidupan rumah tangganya ada yang seperti itu.
Tapi tidak sedikit juga yang merasa tersindir, karena pada fakta di lapangan memang banyak yang berbuat dan dikenai kode keras oleh para pasangan halalnya si teman deket. apapun lah yang sedang dirasakan...semoga saya dan yang membaca postingan ini tidak pernah mengalami dan jadikan ini sebagai pembelajaran saja karena manusia tak luput dari slah dan khilaf. hanya tinggal bagaimana cara kita "permak" kesalahan itu menjadi sebuah pelajaran yang bernilai.
Seperti apa si Postingannya? ini saya unggah lagi..
KODE KERAS ( Untuk Laki laki dan Perempuan).
Penggunaan kata "Kamu" disini tergantung pada kasus ya...bisa diganti secara periodik. Karena Saya Wanita maka saya menggunakan kata "SHE" untuk menjelaskan.
Lihat kasusnya dulu saja ya...di suami ataukah di Istri



Kode keras itu kalau:
1. Ketika kamu nelpon,WA,SMS,BBM dan kirim Messsenger yang selalu balas bukan teman laki laki kamu,tapi Istrinya. Maka itu namanya kode untukmu agar segera menjauh dan meminimalisir berhubungan dengan teman laki laki yang dimaksud.
2. Ketika FB,BBM,Group WA diperiksa ternyata tidak ada si dia lagi atau kamu di Block dengan tanpa ada konfirmasi dari teman laki laki-mu, dan ketika dia ditanya dia bilang "g tau dan g pernah nge-block", itu tandanya si Istri dah mulai senewen dan ingin agar Kamu segera sadar buat menjauh dr kehidupan Suaminya.
3. Ketika di percakapan BBM,SMS,FB,WA dan messenger yang sedang kamu lakukan tiba tiba berubah intonasi dan bahasanya,itu tandanya Akun teman laki lakimu itu sedang dibajak oleh Istrinya. Maka kamu harus segera sadar kalau Istri dari Teman pria-mu itu sedang mencoba melacak dan menguntitmu. Itu tandanya kamu berbahaya buat Keluarganya. Segera Pergi nimbang jd masalah buat Keluarga temanmu.
Tau kenapa saya bnyak bicara msalah ky gini???
KARENA SAYA WANITA DAN SAYA PAHAM BETUL KEINGINAN SEORANG ISTRI. Jadi buat para istri, Melindungi keluarga itu tidak hanya dilakukan lewat Doa, tapi juga butuh USAHA. Selama kita tidak melenceng dari jalur yang benar, tetap menataati apa yg menjadi kewajiban kita, maka Menjadi "GALAK" untuk Urusan kaya gini saya kira PERLU
😊
😊
😊.
Pada Dasarnya seorang wanita tidak ingin berbuat ataupun melakukan hal yg diatas tadi,tapi kalau sudah menyangkut hati dan keluarga,biasanya DIA( Istri) akan lebih menakutkan daripada Singa yang Lapar. Kalau singa yang lapar bisa dicarikan umpan,kalau istri yang terlanjur marah tak bisa dikendalikan kecuali dengan Kelembutan dan Kepercayaan. Jadi buat para suami di luar sana...hati hati terhadap apa yg selama ini Kau anggap biasa. Bercanda dan Chatting yg terlalu akrab bsa menjadi Bumerang untuk Keluargamu sendiri.
Berkomunikasilah Selayaknya, Sewajarnya, dan Sepantasnya.
#ReminderForMySelfToo
#AgarLebihPekaTerhadapMasalahHati
Dari banyak komentar melalui comment, Inbox atau pun yang curhat langsung ( tidak di medsos), sebagian besar pengalaman seperti diatas dikarenakan beberapa hal.tapi secara garis besarnya saja akan saya rinci sebagai berikut. Dibawah ini sudah termasuk beberapa Alasan mengapa harus ada KODE KERAS beserta Tips agar kita tidak termasuk golongan orang yang Dzalim dan agar tidak Kena KODE KERAS ya...hha
1. Terlalu menganggap Sepele.
Ada yang beranggapan bahwa Chatting dengan lawan jenis adalah hal yang biasa. Meskipun dia sudah menikah atau belum, sudah punya pasangan atau belum tidak ada bedanya. anggapan ini tentu saja keliru. bahkan dalam sebuah dialog saya dengan beberapa teman yang notabene paham agama, ada batasan batasan tertentu dalam berkomunikasi. Baik itu lisan ataupun lewat tulisan. komunikasi yang baik tidak harus intens dan menjurus terlalu dalam sampai akhirnya kadang menimbulkan prasangka di hati suami atau istri. Ini tak bisa diabaikan. jangan menganggap sepele hal yang sudah ada aturannya. ada rambu rambunya. semua orang tentu punya hati yang kadang sensitif dan ada saat saat tertentu dimana memang kita harus menghargai sebua hubungan. jangan terkesan kita menjadi orang yang 'BODO" karena selalu bilang MASA BODO dengan orang lain. Jadilah orang pintar yang tau batasan dan aturan dalam berkomunikasi. Pahami dan pelajari etika dalam bergaul dengan yang bukan muhrim kita. Anggapan yang sepele bahwa komunikasi seperti itu tidak akan berdampak apapun dalam hati sudah banyak dibantah dengan fakta di lapangan bahwa sebagian besar berpindahnya Hati seorang Suami atau Istri adalah adanya rasa nyaman dengan orang lain yang bukan pasangan halalnya. kalau di Chattroom sudah nyaman ngobrol, akan berlanjut nyaman di percakapan nyata selanjutnya. Ini bukan sekedar pembahsan etika ngalor ngidul tentang Hati, ini adalah salah satu benteng paling aman agar Hati kita tetap merasa nyaman dengan pasangan. Ingat kalimat di sebuah blog yang pernah saya baca. pintu perselingkuhan itu salah satunya adalah terbukanya rasa nyaman dalam berkomunikasi dengan yang bukan muhrim. awalnya membicarakan pekerjaan, karena nyambung lalu mulai basa basi menanyakan kabar keluarga, kesehatan, keadaan anak anak dan lalu tentang kenyamanan dlaam rumah tangganya. Nah lho...makin lebar aja godaan Syetan dalam menggoda hhe.. Jadi jangan sepelekan hal hal yang bisa menjerumuskan kita dalam kategori orang yang buruk ahlaknya ya.
2. Terlalu Nyaman Berdua dengan yang Bukan Muhrim
Terlalu nyaman dengan non muhrim dengan alasan pekerjaan, teman masa kecil lah..sahabat karib lah, apapun alasannya tetap saja dia bukan muhrim Pak...Bu..hikz.
Berdua dengan yang bukan muhrim, pihak ketiganya adalah SYETAN.. Please pahami benar kalimat ini. Jangan terlalu suka lama lama ngobrol atau Chatting dengan yang bukan muhrim dimanapun. Bicara seperlunya saja, basa basi sekedarnya saja dan jangan buka kesempatan untuk siapapun membuka pintu syetan agar masuk lewat Obrolan yang Nyaman. Kalau memungkinkan malah buatlah Group dengan partner kerja ketika berbisnis dengan lawan jenis. Terkesan extreem si...tapi itu membantu sekali dalam tahap "Waspada Akut" ini saya temukan dalam sebuah tulisan. Saya lupa dimana tulisan itu saya baca...tapi intinya kalau memang memungkinkan dijadikan sebuah alasan agar tidak ada saling curiga antar suami istri, perlu dibuat group dimana di dalamnya ada keterbukaan. jadi meminimalisir gerak Syetan bertindak. Tidak ada pihak ketiga yang mengganggu lagi. Aakan aman karena kita selalu "Jalan Bareng" dengan Muhrim kita. dengan pasangan halal kita hha...
3. Cari Solusi Permasalahan Dari Pihak Ketiga
Hal yang menjadi pemicu dengan Pihak ketiga sampai keluarnya KODE KERAS adalah kadang...dengan sadar ataupun tidak sadar kita sering mengeluh dan curhat tentang keadaan rumah tangga kita dengan orang lain. bukan dengan pasangan kita. Mencari jawaban atas problem rumah tangga harusnya ya dengan pasangan kita. jangan umbar masalah rumah tangga di Medsos atau Curhat dengan Lawan Jenis dimanapun dia berada. ini akan menimbulkan Simpati...perhatian yang agak berlebih dari pihak luar..atau yang paling parah adalah adanya Pelarian terhadap masalah yang sedang dihadapi. Jadilah Orang yang Ikhlas Pak...BU.. Hadapi masalah dengan Suami atau Istri berdua saja. kalaupun perlu ada bantuan dari pihak luar, Cari yang dalam Ilmunya...yang Tidak Ember dan yang Tidak menimbulkan Fitnah dan Pastikan Pasangan kita tahu kemana kita berlari disaat ada masalah sehingga Ia bisa dengan mudah Berlari disamping kita juga untuk sekedar ber-Empati dan sama sama meraskan pahit getirnya hubungan rumah tangga. Agar kita juga bisa semakin SEHATI dengan Pasangan lho...hhe. Bukankah akan lebih indah saat kita bisa menyelesaikan badai dalam rumah tangga sehingga bangunan yang kita susun tidak porak poranda karena serbuan badai yang keluar jalur.. Lha masa kita sedang menghadapi masalah,,kok malah nyari masalah baru dengan berdua duaan sama lawan jenis. Bisa MURKA pasangan kita hikz..Bukankah Surganya Kita adalah ketika kita mampu menjadi pemimpin yang Baik untuk hawa nafsu kita sendiri?? jadi...mencari Solusi bukan dengan mencari maslah baru ya Pak...Buu. hhe
kira kira itu Cuitan saya tentang tanggapan atas postingan KODE KERAS yang beberapa kali ditanyakan sama teman di FB hhe. Makasih dah Baca...tinggalkan Komentar ya.
KARENA SAYA WANITA DAN SAYA PAHAM BETUL KEINGINAN SEORANG ISTRI. Jadi buat para istri, Melindungi keluarga itu tidak hanya dilakukan lewat Doa, tapi juga butuh USAHA. Selama kita tidak melenceng dari jalur yang benar, tetap menataati apa yg menjadi kewajiban kita, maka Menjadi "GALAK" untuk Urusan kaya gini saya kira PERLU



Pada Dasarnya seorang wanita tidak ingin berbuat ataupun melakukan hal yg diatas tadi,tapi kalau sudah menyangkut hati dan keluarga,biasanya DIA( Istri) akan lebih menakutkan daripada Singa yang Lapar. Kalau singa yang lapar bisa dicarikan umpan,kalau istri yang terlanjur marah tak bisa dikendalikan kecuali dengan Kelembutan dan Kepercayaan. Jadi buat para suami di luar sana...hati hati terhadap apa yg selama ini Kau anggap biasa. Bercanda dan Chatting yg terlalu akrab bsa menjadi Bumerang untuk Keluargamu sendiri.
Berkomunikasilah Selayaknya, Sewajarnya, dan Sepantasnya.
#ReminderForMySelfToo
#AgarLebihPekaTerhadapMasalahHati
Dari banyak komentar melalui comment, Inbox atau pun yang curhat langsung ( tidak di medsos), sebagian besar pengalaman seperti diatas dikarenakan beberapa hal.tapi secara garis besarnya saja akan saya rinci sebagai berikut. Dibawah ini sudah termasuk beberapa Alasan mengapa harus ada KODE KERAS beserta Tips agar kita tidak termasuk golongan orang yang Dzalim dan agar tidak Kena KODE KERAS ya...hha
1. Terlalu menganggap Sepele.
Ada yang beranggapan bahwa Chatting dengan lawan jenis adalah hal yang biasa. Meskipun dia sudah menikah atau belum, sudah punya pasangan atau belum tidak ada bedanya. anggapan ini tentu saja keliru. bahkan dalam sebuah dialog saya dengan beberapa teman yang notabene paham agama, ada batasan batasan tertentu dalam berkomunikasi. Baik itu lisan ataupun lewat tulisan. komunikasi yang baik tidak harus intens dan menjurus terlalu dalam sampai akhirnya kadang menimbulkan prasangka di hati suami atau istri. Ini tak bisa diabaikan. jangan menganggap sepele hal yang sudah ada aturannya. ada rambu rambunya. semua orang tentu punya hati yang kadang sensitif dan ada saat saat tertentu dimana memang kita harus menghargai sebua hubungan. jangan terkesan kita menjadi orang yang 'BODO" karena selalu bilang MASA BODO dengan orang lain. Jadilah orang pintar yang tau batasan dan aturan dalam berkomunikasi. Pahami dan pelajari etika dalam bergaul dengan yang bukan muhrim kita. Anggapan yang sepele bahwa komunikasi seperti itu tidak akan berdampak apapun dalam hati sudah banyak dibantah dengan fakta di lapangan bahwa sebagian besar berpindahnya Hati seorang Suami atau Istri adalah adanya rasa nyaman dengan orang lain yang bukan pasangan halalnya. kalau di Chattroom sudah nyaman ngobrol, akan berlanjut nyaman di percakapan nyata selanjutnya. Ini bukan sekedar pembahsan etika ngalor ngidul tentang Hati, ini adalah salah satu benteng paling aman agar Hati kita tetap merasa nyaman dengan pasangan. Ingat kalimat di sebuah blog yang pernah saya baca. pintu perselingkuhan itu salah satunya adalah terbukanya rasa nyaman dalam berkomunikasi dengan yang bukan muhrim. awalnya membicarakan pekerjaan, karena nyambung lalu mulai basa basi menanyakan kabar keluarga, kesehatan, keadaan anak anak dan lalu tentang kenyamanan dlaam rumah tangganya. Nah lho...makin lebar aja godaan Syetan dalam menggoda hhe.. Jadi jangan sepelekan hal hal yang bisa menjerumuskan kita dalam kategori orang yang buruk ahlaknya ya.
2. Terlalu Nyaman Berdua dengan yang Bukan Muhrim
Terlalu nyaman dengan non muhrim dengan alasan pekerjaan, teman masa kecil lah..sahabat karib lah, apapun alasannya tetap saja dia bukan muhrim Pak...Bu..hikz.
Berdua dengan yang bukan muhrim, pihak ketiganya adalah SYETAN.. Please pahami benar kalimat ini. Jangan terlalu suka lama lama ngobrol atau Chatting dengan yang bukan muhrim dimanapun. Bicara seperlunya saja, basa basi sekedarnya saja dan jangan buka kesempatan untuk siapapun membuka pintu syetan agar masuk lewat Obrolan yang Nyaman. Kalau memungkinkan malah buatlah Group dengan partner kerja ketika berbisnis dengan lawan jenis. Terkesan extreem si...tapi itu membantu sekali dalam tahap "Waspada Akut" ini saya temukan dalam sebuah tulisan. Saya lupa dimana tulisan itu saya baca...tapi intinya kalau memang memungkinkan dijadikan sebuah alasan agar tidak ada saling curiga antar suami istri, perlu dibuat group dimana di dalamnya ada keterbukaan. jadi meminimalisir gerak Syetan bertindak. Tidak ada pihak ketiga yang mengganggu lagi. Aakan aman karena kita selalu "Jalan Bareng" dengan Muhrim kita. dengan pasangan halal kita hha...
3. Cari Solusi Permasalahan Dari Pihak Ketiga
Hal yang menjadi pemicu dengan Pihak ketiga sampai keluarnya KODE KERAS adalah kadang...dengan sadar ataupun tidak sadar kita sering mengeluh dan curhat tentang keadaan rumah tangga kita dengan orang lain. bukan dengan pasangan kita. Mencari jawaban atas problem rumah tangga harusnya ya dengan pasangan kita. jangan umbar masalah rumah tangga di Medsos atau Curhat dengan Lawan Jenis dimanapun dia berada. ini akan menimbulkan Simpati...perhatian yang agak berlebih dari pihak luar..atau yang paling parah adalah adanya Pelarian terhadap masalah yang sedang dihadapi. Jadilah Orang yang Ikhlas Pak...BU.. Hadapi masalah dengan Suami atau Istri berdua saja. kalaupun perlu ada bantuan dari pihak luar, Cari yang dalam Ilmunya...yang Tidak Ember dan yang Tidak menimbulkan Fitnah dan Pastikan Pasangan kita tahu kemana kita berlari disaat ada masalah sehingga Ia bisa dengan mudah Berlari disamping kita juga untuk sekedar ber-Empati dan sama sama meraskan pahit getirnya hubungan rumah tangga. Agar kita juga bisa semakin SEHATI dengan Pasangan lho...hhe. Bukankah akan lebih indah saat kita bisa menyelesaikan badai dalam rumah tangga sehingga bangunan yang kita susun tidak porak poranda karena serbuan badai yang keluar jalur.. Lha masa kita sedang menghadapi masalah,,kok malah nyari masalah baru dengan berdua duaan sama lawan jenis. Bisa MURKA pasangan kita hikz..Bukankah Surganya Kita adalah ketika kita mampu menjadi pemimpin yang Baik untuk hawa nafsu kita sendiri?? jadi...mencari Solusi bukan dengan mencari maslah baru ya Pak...Buu. hhe
kira kira itu Cuitan saya tentang tanggapan atas postingan KODE KERAS yang beberapa kali ditanyakan sama teman di FB hhe. Makasih dah Baca...tinggalkan Komentar ya.
Tidak ada komentar: